Apakah Rapid Test Efektif untuk Mendeteksi Covid dan Bagaiaman Cara Kerjanya?

Seiring pertambahan jumlah kasus COVID yang kian melejit, diperlukan langkah tepat untuk mendeteksi sejak dini orang-orang yang berpotensi terkena COVID. Salah satu langkahnya yakni dengan menggalakkan test rapid. Metode ini menggunakan alat yang bekerja dengan mengecek darah. Berikut informasi seputar rapid test Covid beserta cara kerjanya.

Jual Rapid Test COVID dan Cara Kerja Alat

Rapid test merupakan metode pemeriksaan awal yang dilakukan guna mendeteksi kemampuan antibodi seseorang, khususnya sebagai langkah pertama mencegah terjadinya penularan virus COVID. Rapid test sifatnya mendasar, sehingga hanya mampu mendeteksi aspek terbatas dengan mempertimbangkan indikator suhu tubuh, gejala fiisk, dan riwayat perjalanan.

1. Alat Rapid Test

Alat rapid test dipakai untuk mengukur kemampuan antibodi manusia, biasanya dilakukan ketika sudah muncul pertanda setelah tiga hari. Alat ini tidak dijual secara bebas, melainkan pada tempat-tempat tertentu. Alat rapid test mempunyai bagian yang digunakan untuk meletakkan spesimen serta bagian penunjuk hasil.

Hasilnya berupa garis yang ditempatkan pada jalur uji. Adapun pada garisnya tampak kode GMC. Jika sudah ada spesimen yang dimasukkan, alat akan mendeteksi kemudian menunjukkan hasilnya dalam bentuk garis strip. Lokasi G, M, atau C menunjukkan seseorang negatif atau positif terkena COVID.

Spesimen yang dibutuhkan untuk melakukan tes ini adalah darah. Hal ini dikarenakan COVID sejatinya masuk melalui jaringan darah sebelum akhirnya menyerang bagian tubuh lain terutama organ pernapasan. Darah yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, hanya setetes kemudian diletakkan pada alat test.

2. Cara Kerja Alat

Pada tempat-tempat yang jual rapid test Covid biasanya telah dilakukan briefing bagaimana harus menggunakan alat test rapid. Pemerintah pun terus menggalakkan sosialisasi agar deteksi dini dapat dilakukan guna menekan angka korban COVID semakin bertambah. Alat rapid test bekerja dengan menganalisis darah.

Pertama, alat harus berada dalam kondisi seimbang antara suhu alat dengan suhu spesimen. Pada saat melakukan rapid test, Anda harus mengeluarkan sedikit darah yang selanjutnya akan dites. Caranya dengan memijat ujung jari sehingga spesimen darah yang dibutuhkan bisa keluar. Setelah darah keluar, ditempatkan pada alat uji.

Darah diletakkan pada alat uji dengan menggunakan pipet yang bekerja secara vertikal. Setelah itu, dibutuhkan pengencer yang diletakkan pada alat uji. Hasilnya berupa garis yang tampak pada alat. Jika menunjukkan indikator satu garis merah, berarti negatif. Alat ini mengenali dan menganalisis darah yang telah dimasukkan pada alat uji.

3. Prosedur Test

Sebelum memulai prosedur test, ada alat-alat yang harus disiapkan terlebih dahulu antara lain budder, kaset uji, paket insert, timer, serta tentu saja spesimen. Kaset uji inilah yang berupa alat rapid test sebagaimana dijelaskan pada poin 1. Pada prinsipnya, langkah kerja pengujian rapid adalah meneteskan spesimen pada alat dan menunggu hasil keluar.

Namun yang membutuhkan bantuan ahli medis adalah bagaimana menafsirkan hasil test tersebut. Ketelitian dan kemampuan ahli medis benar-benar dibutuhkan untuk memberikan hasil tes yang akurat. Karena jika salah dalam menafsirkan, dampaknya sangat fatal. Bisa saja orang yang sebenarnya positif disangka negatif atau sebaliknya.

Itulah informasi seputar alat rapid test yang berguna sebagai titik tolak pemeriksaan COVID. Alat ini bersifat resmi dari pemerintah, sehingga keberadaannya terbatas dan mengedepankan kualitas. Jika Anda membutuhkan alat ini untuk deteksi sini, bisa menghubungi apotik yang jual rapid test Covid seperti Farmaku. Namun saat menggunakannya Anda membutuhkan bantuan dari ahli medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *