Mengenal Faktor Penyebab, Gejala Hingga Langkah Pencegahan DVT Deep Vein Thrombosis

DVT deep vein thrombosis  merupakan sebuah kondisi dimana terjadi penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah. Umumnya akan terjadi pada bagian tubuh yaitu paha maupun betis, namun juga bisa terbentuk pada bagian tubuh yang lainnya. DVT ini sendiri rentan sekali menyebabkan terjadi pembengkakan atau rasa nyeri pada penderitanya. Bahkan juga kondisi yang lebih serius dan dapat memicu terjadinya emboli paru, sehingga wajib untuk diwaspadai.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya DVT ini, diantaranya adalah:

  1. Gangguan yang terjadi pada aliran darah atau yang dikenal juga sebagai statis vena, biasanya hal ini dapat terjadi disebabkan oleh prosedur atau tindakan pembedahan yang dilakukan dengan membius pasien selama 1 hingga 1,5 jam, kemudian juga operasi yang dilakukan pada daerah panggul, perjalanan lama dengan sarana transportasi umum yang membuat tungkai tidak banyak bergerak, sampai dengan disebabkan oleh cedera tertentu.
  2. Kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah. Kondisi yang satu ini dapat dipicu oleh berbagai macam hal, mulai diantaranya adalah pemakaian obat-obatan kemoterapi, sepsis, hingga orang-orang yang memakai NAPZA jenis suntikan.
  3. Hiperkoagulabilitas atau sebuah kondisi dimana darah akan lebih mudah menggumpal, kondisi semacam ini biasanya merupakan bagian dari kelainan genetik, misalnya adalah kekurangan protein pengencer darah secara alami, kemudian juga faktor V leiden, hingga mutasi protrombin. Kondisi-kondisi lainnya yang dapat memicu terjadinya hiperkoagulabilitas ini diantaranya adalah kanker, kemudian obesitas, kehamilan, diabetes sampai dengan penyakit lupus.

Adapun juga diantaranya gejala-gejala orang yang terkena DVT ini yaitu:

  1. Bagian tungkai terasa lebih hangat.
  2. Rasa nyeri, bahkan nyeri tersebut akan semakin memburuk jika seandainya menekuk tungkai kaki.
  3. Terjadi pembengkakan pada salah satu tungkai, khususnya adalah yang ada di betis.
  4. Rasa kram yang terjadi pada betis, hal ini sering kali terjadi pada malam hari.
  5. Terjadi perubahan warna pada kaki yang memucat, merah sampai menggelap.

Nantinya bagi pasien yang mengalami gejala tersebut akan dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan bahwa benar tengah terkena penyakit DVT ini. selanjutnya akan dilakukan tindakan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut agar tidak berlangsung lebih parah. Apalagi patut untuk diketahui bahwa DVT ini juga sangat rentan menyebabkan komplikasi dengan beberapa macam kondisi yang sifatnya serius, seperti diantaranya adalah nyeri dada, kemudian juga kesulitan bernapas sampai dengan gagal jantung.

Adapun beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak sampai terkena DVT ini, diantaranya adalah:

  1. Saat akan menjalani operasi pada pasien yang rutin mengonsumsi pil KB atau terapi hormon, biasanya pasien diharuskan untuk menghentikan pemakaian obat-obatan tersebut selama 4 minggu sebelumnya. Selain itu ada juga dokter yang akan memberikan obat antikoagulan atau stoking kompresi untuk pencegahannya.
  2. Jika seandainya Anda melakukan perjalanan jarak jauh dan mengharuskan untuk duduk dalam jangka waktu lama, maka lakukan pergerakan kaki sederhana, sehingga tidak mudah kaku dan dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih agar tidak sampai terkena dehidrasi.
  3. Hentikan kebiasaan merokok.
  4. Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
  5. Olahraga secara teratur, karena banyak aktivitas fisik sebenarnya juga baik bagi penderita masalah ini.
  6. Jaga berat badan agar tetap ideal, DVT lebih rentan menjangkiti orang-orang yang terkena obesitas.

Itulah setidaknya beberapa langkah pencegahan DVT deep vein thrombosis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *